“Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Ya Tuhan, berat sekali melakukannya…. Sungguh berat, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik.” — Tere liye
Assalamu'alaikum ^^
A H L A N__W A__S A H L A N :)
Rabu, 25 Desember 2013
Ya! Harus!
Aku Tak Punya Alasan..
kadang aku berpikir aku harus benar-benar menghilang dari hidup seseorang
bukan karena aku tak ingin lagi melihatnya ataupun mengenalnya
tapi karena aku tahu bahwa ada orang lain yang memperjuangkannya segigih itu
mungkin dia tak tahu, tapi aku tahu..
aku perempuan, sama seperti seseorang yang sedang memperjuangkannya saat ini
ada yang sakit disini saat melihatnya diperjuangkan segigih itu
entah kenapa..
mungkin karena aku tahu aku tak memperjuangkannya segigih itu
bukan karena aku tak bisa, tapi karena aku tak punya alasan untuk itu..
bukan karena aku tak ingin lagi melihatnya ataupun mengenalnya
tapi karena aku tahu bahwa ada orang lain yang memperjuangkannya segigih itu
mungkin dia tak tahu, tapi aku tahu..
aku perempuan, sama seperti seseorang yang sedang memperjuangkannya saat ini
ada yang sakit disini saat melihatnya diperjuangkan segigih itu
entah kenapa..
mungkin karena aku tahu aku tak memperjuangkannya segigih itu
bukan karena aku tak bisa, tapi karena aku tak punya alasan untuk itu..
Sabtu, 23 November 2013
Boleh Kita Bertukar Peran?
aku tak tahu rasanya bagaimana menjadi seseorang yang memperjuangkan sesuatu segigih itu
aku rasa aku tak pantas untuk diperjuangkan seperti itu
tapi kau membuat segalanya menjadi pantas
kau berkata kau sanggup memperjuangkanku
berkali-kali aku menjatuhkanmu
namun kau tetap bangkit dan bangkit lagi
aku mulai terbiasa melihatmu hadir dihidupku
aku seakan melihat seorang penonton setia
dia yang riuh ketika melihatku berhasil memainkan peran dan tetap bersorak semangat ketika aku gagal
kau, selalu ada
terkadang aku risih melihat tingkah konyolmu yang sering kau sebut sebagai "perjuangan"
tapi akhirnya aku mulai terbiasa
kau tetap ditempatmu, tak berani maju bahkan hanya untuk sejengkal
kau menepati janjimu
kau tetap berada ditempatmu dengan tingkah konyolmu
tapi seketika, aku tak menemukan sosok konyol itu di kursi penonton
ku tanya penjaga karcis, dia bilang kau meninggalkan kursi sambil berderai air mata
aku tak tahu apa yang terjadi
setiap hari ku tanya penjaga karcis, dia bilang kau tak lagi menunjukkan karcismu padanya, kau hanya datang, kemudian pergi.
ada apa??
kemana sosok yang selalu berteriak keras tentang perjuangan itu??
aku tak tahu bagaimana rasanya duduk di kursi itu dengan semangat berkobar-kobar mendukung seseorang yang berada ditengah sana tanpa mendapatkan apapun.
Aku tak tahu.. dan aku tak pernah bertanya padamu bagaimana rasanya.
kau hanya pernah berkata itu sulit untuk kau jalani, tapi kau tetap melakukannya
dan aku bahkan lupa untuk menanyakan sesulit apa hal itu.
sosok konyol itu sekarang tak lagi ada
aku tak tahu karena apa
tapi apapun alasannya, ku harap kau sedang baik-baik saja
sekarang aku tak bisa lagi bertanya bagaimana rasanya duduk di kursi itu
hari ini, hanya untuk hari ini
boleh kita bertukar peran?
aku yang duduk dikursi itu dan kau yang bermain di tengah sana
aku yang memperjuangkanmu dan kau menjadi sosok yang ku perjuangkan
hari ini, hanya untuk hari ini..
aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya :)
aku rasa aku tak pantas untuk diperjuangkan seperti itu
tapi kau membuat segalanya menjadi pantas
kau berkata kau sanggup memperjuangkanku
berkali-kali aku menjatuhkanmu
namun kau tetap bangkit dan bangkit lagi
aku mulai terbiasa melihatmu hadir dihidupku
aku seakan melihat seorang penonton setia
dia yang riuh ketika melihatku berhasil memainkan peran dan tetap bersorak semangat ketika aku gagal
kau, selalu ada
terkadang aku risih melihat tingkah konyolmu yang sering kau sebut sebagai "perjuangan"
tapi akhirnya aku mulai terbiasa
kau tetap ditempatmu, tak berani maju bahkan hanya untuk sejengkal
kau menepati janjimu
kau tetap berada ditempatmu dengan tingkah konyolmu
tapi seketika, aku tak menemukan sosok konyol itu di kursi penonton
ku tanya penjaga karcis, dia bilang kau meninggalkan kursi sambil berderai air mata
aku tak tahu apa yang terjadi
setiap hari ku tanya penjaga karcis, dia bilang kau tak lagi menunjukkan karcismu padanya, kau hanya datang, kemudian pergi.
ada apa??
kemana sosok yang selalu berteriak keras tentang perjuangan itu??
aku tak tahu bagaimana rasanya duduk di kursi itu dengan semangat berkobar-kobar mendukung seseorang yang berada ditengah sana tanpa mendapatkan apapun.
Aku tak tahu.. dan aku tak pernah bertanya padamu bagaimana rasanya.
kau hanya pernah berkata itu sulit untuk kau jalani, tapi kau tetap melakukannya
dan aku bahkan lupa untuk menanyakan sesulit apa hal itu.
sosok konyol itu sekarang tak lagi ada
aku tak tahu karena apa
tapi apapun alasannya, ku harap kau sedang baik-baik saja
sekarang aku tak bisa lagi bertanya bagaimana rasanya duduk di kursi itu
hari ini, hanya untuk hari ini
boleh kita bertukar peran?
aku yang duduk dikursi itu dan kau yang bermain di tengah sana
aku yang memperjuangkanmu dan kau menjadi sosok yang ku perjuangkan
hari ini, hanya untuk hari ini..
aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya :)
Minggu, 06 Oktober 2013
Cara Terbaik
aku percaya bahwa akan ada waktunya keinginanku akan terwujud
walaupun tak terwujud, Dia -Dzat Yang Maha Agung- akan menunjukkanku cara yang lain untuk mewujudkan sesuatu yang lebih indah.
aku masih ingat, dulu aku meminta agar aku bisa melupakan sesuatu
tapi seiring itu, aku juga sadar bahwa aku juga harus melupakan seseorang jika aku ingin melupakan sesuatu itu
aku mencoba menjauh sebisaku, entah untuk apa, tapi aku merasa aku harus melakukannya
aku menghapus segala sesuatunya
dan aku berhasil. aku bahkan sudah lupa nama panjangnya.
orang-orang bilang, waktu adalah roda, dia menganut asas perputaran yang pada saat tertentu akan menemui titik awal yang sama
banyak hal yang terjadi, aku bertemu bermacam-macam spesies manusia.
dan benar saja, aku menemukan seseorang yang hampir mirip denganmu
aku tak tahu, mungkin kalian benar-benar mirip
tapi ku pastikan, kali ini hatiku benar-benar tertutup untuk siapapun
pembawaan yang tenang, penuh semangat, dan sedikit idealis
aku banyak belajar dari kalian
dulu, aku pikir, hidup ini hanya tentang bagaimana membuat orang-orang disekitarku bahagia
sekarang aku tw pemikiran itu salah, hidup ini bukan hanya tentang bagaimana membuat orang-orang disekitarku bahagia
tapi, hidup ini tentang bagaimana membuat orang disekitarku dan juga aku bahagia.
walaupun sekarang mereka -dua orang yang nyaris mirip- itu benar-benar tak ada dihidupku. aku masih merasa mereka ada disekitarku, menyatu dengan semangat yang dulu pernah mereka tularkan padaku :)
okey, kembali pada topik awal
inginku aku melupakanmu seutuhnya
Tapi sepertinya, Dia -Dzat Yang Maha Mengetahui- menunjukkan cara yang lain dengan mempertemukanku dengan seseorang yang hampir mirip denganmu
jika saja, aku melupakanmu seutuhnya, mungkin aku juga akan lupa tentang bagaimana kau mengajariku menjalani hari dengan penuh semangat seperti saat ini.
walaupun tak terwujud, Dia -Dzat Yang Maha Agung- akan menunjukkanku cara yang lain untuk mewujudkan sesuatu yang lebih indah.
aku masih ingat, dulu aku meminta agar aku bisa melupakan sesuatu
tapi seiring itu, aku juga sadar bahwa aku juga harus melupakan seseorang jika aku ingin melupakan sesuatu itu
aku mencoba menjauh sebisaku, entah untuk apa, tapi aku merasa aku harus melakukannya
aku menghapus segala sesuatunya
dan aku berhasil. aku bahkan sudah lupa nama panjangnya.
orang-orang bilang, waktu adalah roda, dia menganut asas perputaran yang pada saat tertentu akan menemui titik awal yang sama
banyak hal yang terjadi, aku bertemu bermacam-macam spesies manusia.
dan benar saja, aku menemukan seseorang yang hampir mirip denganmu
aku tak tahu, mungkin kalian benar-benar mirip
tapi ku pastikan, kali ini hatiku benar-benar tertutup untuk siapapun
pembawaan yang tenang, penuh semangat, dan sedikit idealis
aku banyak belajar dari kalian
dulu, aku pikir, hidup ini hanya tentang bagaimana membuat orang-orang disekitarku bahagia
sekarang aku tw pemikiran itu salah, hidup ini bukan hanya tentang bagaimana membuat orang-orang disekitarku bahagia
tapi, hidup ini tentang bagaimana membuat orang disekitarku dan juga aku bahagia.
walaupun sekarang mereka -dua orang yang nyaris mirip- itu benar-benar tak ada dihidupku. aku masih merasa mereka ada disekitarku, menyatu dengan semangat yang dulu pernah mereka tularkan padaku :)
okey, kembali pada topik awal
inginku aku melupakanmu seutuhnya
Tapi sepertinya, Dia -Dzat Yang Maha Mengetahui- menunjukkan cara yang lain dengan mempertemukanku dengan seseorang yang hampir mirip denganmu
jika saja, aku melupakanmu seutuhnya, mungkin aku juga akan lupa tentang bagaimana kau mengajariku menjalani hari dengan penuh semangat seperti saat ini.
Senin, 08 Juli 2013
Namanya Aisyah #Bangsal 18
Hari ini
aku dan temanku berinisial D #sebutsajadiadian, kami konsul Kartu Rencana Studi
dengan dosen PA kami tercinta.
Biasanya
kami tak menunggu selama ini, biasanya beliau menyambut kami dengan senyum ala
pangeran kerajaan, ramah sekali. Tapi hari ini kami hampir menunggu selama 4
jam di rumah sakit. Tapi tak apa, kami cukup maklum, memang aku lihat
pasien-pasien di poliklinik penyakit dalam sedang banyak-banyaknya.
kami
menunggu~~
Ada
seseorang selain kami yang ikut menunggu, namanya Hasan. Dia teman dekat dian,
aku tak begitu mengenalnya. Tapi setelah beberapa menit bersama aku mulai
terbiasa dengannya, dengan lelucon-lelucon jayusnya.
jam
10.00 WITA kami sudah sampai di rumah sakit. Kami menelepon dosen PA tepat di
depan ruangan beliau.
kata
beliau, jam 12 beliau baru bisa menemui kami. karena hanya menunggu selama 2
jam, kami berpikir untuk menunggunya saja sambil berkeliling RSUD Kal-Sel ini.
1
Jam kami habiskan untuk berkeliling. lama-lama capek juga ternyata muter2
gak jelas gini, dan akhirnya kami memutuskan untuk membeli sesuatu yang bisa
kami makan.
1
Jam lagi kami habiskan untuk mengobrol, bercanda dan memainkan beberapa
permainan (tebak kata, tebak film, tebak lagu dsb)
Tak
terasa waktu sudah begitu cepat berlalu, tapi dosen PA kami tercinta belum juga
datang.
kami
kembali menelpon dosen PA. Beliau meminta kami untuk menunggu diruang
sekretariat penyakit dalam.
Kami
menunggu 5 menit, 10 menit, 15 menit, 30 menit. Beliau belum juga datang.
Mungkin beliau benar-benar sibuk hari ini.
Aku
mulai bosan, aku mulai berpikir tentang ide-ide iseng berkeliling bangsal
dan~
ide iseng itu pun aku realisasikan :D
Aku
mencoba melihat pemandangan disekitarku
Aku
melihat wajah-wajah murung, mereka yang ku lihat seperti sedang membawa beban
yang berat.
Tapi
kemudian mataku menangkap suatu aura yang berbeda, aku melihat seorang anak
kecil.
Anak kecil itu sedang serius menyapu teras salah satu bangsal
Aku mengamati anak itu dengan seksama.
Aku membiarkannya tetap dengan aktivitasnya. Aku pikir aku terlalu lama menatap anak kecil itu. Aku berpaling, memutuskan untuk kembali ke ruang sekretariat.
"kakak!!" tiba-tiba seperti ada suara yang memanggilku.
Aku berbalik, aku lihat anak itu sedang mengarah padaku, matanya berbinar seakan menyalurkan energi positif padaku.
Aku berbalik, aku lihat anak itu sedang mengarah padaku, matanya berbinar seakan menyalurkan energi positif padaku.
Aku mendekatinya, memulai perbincangan basa-basi polos ala anak TK.
Aku berbincang banyak dengan anak kecil itu, dia disini sedang menjaga neneknya yang terbaring sakit.
Aku berbincang banyak dengan anak kecil itu, dia disini sedang menjaga neneknya yang terbaring sakit.
Waktu aku tanya neneknya sakit apa, dia jawab "nggak tau sakit apa kak, tapi kata dokter, nenek aisyah harus tambah darah"
Hmm. . .mungkin perdarahan pikirku
Aku iseng melihat kedalam bangsal nenek gadis kecil itu
Tak ada siapa-siapa disana, hanya seorang nenek yg sedang tertidur pulas.
Setelah kutanya, ternyata dia memang sendirian. mamanya sedang membeli makan siang katanya.
Aku tanya, "kenapa aisyah nggak ikut mama beli makan, aisyah nggak takut sendirian??"
dan ini jawabannya. . .
"kalo aisyah ikut mama beli makan, ntar nggak ada yg jaga nenek kak. nanti
kalo nggak ada aisyah, nenek susah kalo mau ke kamar mandi, kan nanti nggak ada
yang megangin infusnya. . . aisyah nggak takut sendirian, aisyah lebih takut
kalo nenek jatuh di kamar mandi kalo aisyah nggak jagain"
Namanya Aisyah Nabilla, umurnya 8 tahun
anaknya cantik. . .cantik perangainya~
cantik tutur bahasanya~
cantik hatinya~
(∩_∩)
#bangsal 18
Langganan:
Postingan (Atom)



