Assalamu'alaikum ^^

A H L A N__W A__S A H L A N :)

Rabu, 30 Januari 2013

Hanya Masalah Waktu -J-

dalam sebuah cerita cinta
selalu ada kemungkinan munculnya orang ketiga

entah apa, entah bagaimana, entah mengapa
aku melihat bahwa orang ketiga dalam suatu hubungan selalu menjadi tokoh antagonis
tokoh penghancur
destroyed whatever is around him.
anything.


entahlah. . .
mungkin ini karena aku hanya memandang dari satu sisi
dari sisi yang menganggap bahwa orang ketiga adalah tokoh antagonis
tokoh yang selalu dibenci oleh para pembaca novel
tokoh yang selalu saja ingin dihapuskan dalam setiap cerita

tapi kenapa??
apakah karena orang ketiga dalam sebuah hubungan selalu hadir di waktu yang salah??

apakah cuma karena dia datang di waktu yang tidak tepat semuanya menganggap dia menjadi sosok tokoh antagonis??
cuma karena masalah waktu??
itu tidak adil menurutku. . .

mungkin saja. . .
jika dia datang lebih awal
jika dia lebih awal menyadari bahwa waktu menentukan segalanya
mungkin dia akan menjadi tokoh protagonis (tokoh utama)

yaa. . .tokoh utama yang selalu diagung-agungkan

mungkin kau hanya tak beruntung kali ini J. . .
mungkin kau hanya membutuhkan waktu untuk para pembaca benar-benar menghapuskan sosok dirimu dalam cerita ini. . .

tapi tak mengapa

biarkan saja para pembaca menikmati alur cerita kali ini
mungkin kali ini kau harus mundur dan berhenti menjadi tokoh antagonis
biarkan para pembaca menikmati happy ending untuk cerita kali ini

mungkin nanti, kau akan menemukan sebuah cerita yang tak menuliskanmu sebagai orang ketiga dalam suatu hubungan
sebuah cerita yang takkan menjadikanmu seorang tokoh antagonis di mata para pembaca
sebuah cerita yang bisa membuatmu sebagai tokoh protagonis yang hampir selalu mendapatkan apa yang dia inginkan


kau tak harus selamanya menjalani sosok sebagai seorang tokoh antagonis itu
carilah sebuah cerita dimana kau datang di waktu yang tepat
berhentilah menjadi seorang troublemaker dicerita ini. . .
cerita-cerita hebat lain masih menunggumu disana J.




-fiksi-




Jumat, 25 Januari 2013

Butir-butir Hati

Ia seperti sedang menghitung sesuatu dalam gerimis. 
1..2..3 kesedihan mulai berjatuhan.


Semoga, tiap tetesan air yang membasahi bumi ini menghapuskan kesedihanmu.
Bangkit kembali sahabatku.
Setelah butiran-butiran gerimis itu tak lagi turun.
Sinar matahari hangat akan kembali menyapamu.
Menyapa semangat-semangat kita yang sempat tertutup oleh mendungnya awan. . .




Minggu, 20 Januari 2013

6 Pesan Imam Ghazali (cekidot)

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali mengajukan 6 pertanyaan. 

Pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman,dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)

Pertanyaan kedua "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".. Murid-muridnya ada yang menjawab bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Pertanyaan yang ke tiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, lautan dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (Al A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan ke empat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?". Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban itu benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini.Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT,sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang ke lima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".
Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.

Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA". Karena melalui lidah, Manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri. 





Kamis, 10 Januari 2013

Setelah Aku Pikir Semuanya Sudah Cukup

setelah aku pikir semuanya sudah cukup
setelah aku pikir kita sudah sama-sama dewasa untuk mengetahui mana yg salah dan mana yang benar
setelah aku pikir semangatmu tentang "keep istiqomah" benar-benar terpatri dalam hati

aku kembali fokus pada diriku

tapi tiba-tiba aku kecewa
ada yg sakit rasanya didalam sini
semacam dyspneu (sesak) yang belum ku tahu mekanismenya

maafkan aku yang terlalu fokus pada diriku dan tak terlalu memperhatikanmu lagi

mungkin kali ini aku benar-benar harus berjalan sendiri sahabatku :')
tapi tak mengapa, aku masih punya Allah

jangan khawatir, aku baik-baik saja disini

mungkin sebaliknya aku yang harus bertanya
"apakah kau baik-baik saja?? apakah kau bahagia??"
sepertinya aku harus benar-benar bertanya hal itu secepatnya
karena aku melihat cahaya matamu sedikit meredup

aku tahu, redupnya cahaya matamu karena kau takut
takut, karena kau tahu bahwa ini bukan jalanmu. . .

aku takkan pernah marah
karena aku pun tahu hal itu terjadi juga karena kesalahanku
karena aku terlalu sibuk memikirkan diriku sendiri
maaf. . .

Kamis, 27 Desember 2012

Ku Akui Mereka Memang Berbeda



Dimulai dari pemikiran iseng habis pulang tutorial, biasanya sih habis pulang tutorial dilanjutin sama skills lab. . .
tapi, hari ini kelompokku kebagian jatah libur
(pasti bingung kan?? Hahaha gak usah dibikin bingung, aku aja sampai sekarang masih bingung kenapa skills lab ny harus libur -_-")
Karena temen-temen kelompok lain pada nggak libur, alhasil aku bingung mau kemana
aku putusin buat pulang kerumah. . .
menuju parkiran, hap hap

singkat cerita
sampailah aku di daerah yang namanya kayutangi (daerah yang paling aku sukai di seluruh antero kota Banjarmasin)
lewat depan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM), walaupun aku juga mahasiswa dari Universitas tercintaku ini, aku jarang masuk kampus yang di daerah kayutangi ini.
(kenapa?? Karena aku gk kuliah di kampus kayutangi. Aku kuliah di salah satu Fakultas yang mengharuskan kampusku dekat dengan RSUD Banjarmasin. Kenapa harus dekat dengan RSUD Banjarmasin?? Karena memang seharusnya begitu hahaha, makanya kampusku pisah dengan kampus yang ada di kayutangi)

well, kembali ke cerita. . .

kampus di daerah kayutangi ini memang berbeda dengan kampusku yang berada di tengah hiruk-pikuk kota. Macet, asap, suara-suara bising yang entah darimana asalnya sudah menjadi backsound kampusku. Walaupun kampusku bersebelahan dengan mall satu-satunya di Banjarmasin (saat ini) aku tak begitu suka dengan suasananya, terlalu memusangkan (re: ruwet/ribet) menurutku.
berbeda jauh dengan suasana kampus di daerah kayutangi yang asri, sejuk, nyaman.
Hmmm. . .yaa kondusif lah menurutku untuk pembelajaran.
kantin yang luas, pilihan makanan yang banyak, pohon-pohon yang super-duper rindang dengan suara burung-burung yang bersahut-sahutan. Itu menyenangkan :D
dan yang paling aku sukai adalah, di kampus ini suasana islaminya sangat terasa
ya, memang ku akui organisasi kerohanian di kampus ini sangat berkembang pesat. Entah karena aku yang baru tahu, atau memang sejak dulu begini. Entahlah. . .
di tengah-tengah kampus ada satu masjid yang berfungsi  sebagai center perkembangan dakwah islam di kampus ini, masjid baitul hikmah namanya.
Aku sering kesana. . .entah untuk apa, aku sangat suka suasana disana, aku suka melihat senyum-senyum manis para akhwat disana, tulus sekali.
disebrang masjid, ada danau buatan. . .aku juga sering, duduk-duduk disamping danau itu, disalah satu pohon yang lumayan unik menurutku. Ada tulisan YUDA <3 ERMI di salah satu bagian pohon itu, besaaar sekali. Hahaha aku pikir tulisan itu akan terus ada disana, hingga ada salah satu dari Yuda ataupun Ermi yang menghapusnya.



oke, oke. . .sepertinya sudah cukup deskripsi tentang kampus UNLAM kayutangi.
dan hari ini, lagi-lagi ada semacam magnet yang menarikku untuk memasuki kampus itu (lagi).
aku berputar 2 kali mengelilingi masjid (semacam tawaf :p). dan akhirnya berhenti di bawah pohon paling ujung di samping masjid. Aku pasang headset dikedua telingaku, music klasik mengalun lembut di kedua telingaku, angin sepoi-sepoi halus menerpa tubuhku, begitu tenang. . .begitu menyenangkan~~



tiba-tiba segerombol akhwat dengan gamis yang terulur panjang lewat dihadapanku. Mereka tersenyum, maniiiiiss sekali. Aku membalas senyum mereka, semanis mungkin, tapi mungkin tak semanis senyum-senyum mereka.
terakhir kali aku bertemu dengan orang-orang berbaju terulur panjang seperti itu, hmmm. . . 2 minggu yang lalu. Saat ada acara seminar kepenulisan yang dipersembahkan oleh kepanitiaan UKMM (salah satu organisasi kerohanian UNLAM).
hey!! aku baru ingat kalau aku belum mengambil sertifikat seminar itu, dan aku juga baru ingat CP acara itu sempat menghubungiku lewat SMS beberapa waktu lalu.
Aku buka Hp-ku, aku lihat SMS itu
“ jam 09:47 12 Desember 2012, sudah sekitar 2 minggu yang lalu”, gumamku.
ku lepas headsetku, aku bergegas menuju sekre yang dimaksud oleh sang CP.
Dan sialnya aku salah masuk sekre -_-“
aku masuk ke sekre AMBH (salah satu organisasi kerohanian UNLAM juga). Setelah aku tahu aku salah masuk sekre, aku mundur teratur, sambil menanyakan dimana letak sekre UKMM. Dan sialnya lagi, aku tak sengaja menabrak bak sampah di depan sekre itu, alhasil sebagian sampah disana berhamburan.
Aku mencoba memperbaiki keadaan, dengan memunguti sampah-sampah yang berhamburan, dibantu salah seorang ikhwan disana. Setelah selesai, ikhwan itu menunjukkan dimana letak sekre UKMM.
dan tebak apa?? Ikhwan itu sama sekali gk natap mataku selama kami berkomunikasi tadi.
Keren?? Yaa. . . itu keren.

setelah itu, aku langsung menuju sekre UKMM. Sayup-sayup aku dengar lagu nasyid dari ruang sekre itu.
aku iseng menengok kedalam ruangan sekre itu. Disana ada seorang ikhwan, sedang membaca semacam diktat kuliah sambil mengikuti lirik lagu nasyid itu. Aku ingin masuk, tapi aku lihat sekre itu kosong, hanya ikhwan itu yang berada disana. Aku urungkan niatku, aku memutuskan untuk berada diluar saja.

sekitar 5 menit aku menunggu diluar, sepertinya ikhwan berbaju koko warna cream itu tetap tak menyadari keberadaanku. Kurasa dia benar-benar asik dengan diktat kuliahnya. Aku putuskan untuk mengetuk pintu disekre itu, dan sepertinya dia terkejut saat aku melakukan hal itu.
dia berhenti bersenandung, kemudian berdiri mendekatiku.
Saat itu aku lihat wajahnya “aku mengenal orang ini. . .tapi siapa??”, gumamku dalam hati.
Aku segera melenyapkan lamunanku. Dia tepat disamping pintu saat itu. Dan aku, sepertinya aku sedang menyatu dengan tembok, bersama rasa penasaranku itu. aku ingin melihat wajahnya sekali lagi, tapi hatiku tak mengizinkannya. Tak ingin berlama-lama membiarkan otak dan hatiku berkecamuk, aku langsung pada tujuan utama, mengambil sertifikat.
tapi, sepertinya yang aku cari tak ada disana
“maaf, tdi udah ngehubungin CP-nya??”, sayup-sayup aku dengar sebuah suara dari balik tembok
“udah sih, katanya disuruh ngambil kesini”, sahutku dari sisi tembok yang berlawanan.
“oh, gitu yaa. . .tapi maaf, saya gk nerima titipan sertifikat dari bagian akhwatnya, sebentar saya hubungi dulu PJ-nya”, sahutnya lagi dari balik tembok
(Aku sudah tak asing lagi dengan cara komunikasi seperti ini. Karena ini salah satu cara melindungi kami dari fitnah.)

lama aku menunggu diluar, aku mencoba menengok kedalam ruangan. Ikhwan itu masih sibuk dengan Hp-nya, sepertinya aku membuatnya repot.
saat aku melihat Hp ikhwan itu, aku teringat Hp-ku. Hp-ku aku taruh di sepeda motor (cerobohnya -_-“)
aku berlari kearah sepeda motorku yang aku parkir didepan sekre AMBH tadi. Alhamdulillah, aku masih melihat Hp-ku lengkap dengan headset yang masih terpasang tetap pada tempatnya. Sedikit ribet dengan headset yang lumayan kusut, aku berlari menuju sekre UKMM itu lagi. Dan sekarang aku lihat, ikhwan itu sedang membereskan beberapa berkas didalam kardus, aku berharap dia sedang mencari sertifikatku yang mungkin tertimbun disana. aku tak ingin membuatnya terkejut lagi, jadi ku biarkan saja dia berkutat dengan berkas-berkas itu.

aku diam, tetap diam diluar ruangan itu.
sampai akhirnya aku melihat kucing hitam yang tidur dengan pulas dipojok depan sekre itu
aku mendekati kucing itu, dan tak sengaja melewati pintu ruangan.
saat aku sedang bermain dengan kucing, tiba-tiba ikhwan itu menyerahkan kertas selembar padaku.
“maaf yaa. . .sertifikatnya gk ada disini. Ini nomor PJ-nya silahkan dihubungin.”

setelah menyerahkan kertas itu, dia kembali masuk. Dan aku masih saja penasaran siapa dia.
aku pernah mengenalnya, tapi aku benar-benar lupa siapa dia.

aku meninggalkan sekre itu setelah berterimakasih pada ikhwan tadi.
aku menuju danau buatan yang aku ceritakan tadi. Aku duduk disana sambil menunggu balasan dari sang PJ acara.
aku juga mengingat-ingat kejadian tadi
mulai dari segerombolan akhwat yang berbaju panjang terulur dengan senyuman yang super-duper manis tadi, ikhwan yang ngebantu aku ngeberesin sampah-sampah tadi, sampai ikhwan yang sudah aku repotin hanya untuk selembar sertifikat.
ku akui mereka memang berbeda. . .aku tak tahu apa yang membuat mereka berbeda
secara fisik, mereka sama seperti orang-orang biasa pada umumnya hanya saja cara berpakaian mereka lebih sopan. Apa mungkin karena itu??
atau mungkin karena ketulusan mereka?? Aku lihat mereka begitu tulus saat mengerjakan sesuatu, mulai dari melontarkan senyum, membantuku membereskan sampah, membantuku mencari sertifikat yang tak terlalu penting itu. Mereka terlihat sangat tulus. Apa mungkin karena itu??
atau mungkin karena hati mereka?? Hati mereka yang selalu menuntun mereka berbuat baik. Apakah itu yang membuat mereka berbeda??


entah apapun itu, aku kagum pada mereka
mereka yang selalu melakukan sesuatu dengan tulus seperti itu. . .
mereka selalu membuatku kagum
aku berharap, aku bisa menjadi seperti mereka
yang tulus hatinya
yang baik hatinya
yang bisa membuat orang-orang sepertiku tahu, bagaimana lembutnya sesuatu yang dinamakan ukhuwah islamiah itu

oiya, sesampainya dirumah aku baru ingat siapa ikhwan di sekre UKMM tadi
dia teman sekelasku saat aku bimbel di GO dulu. . .

aku lupa namanya siapa, tapi aku ingat, dulu dia sering memakai jaket warna biru saat bimbel.