Assalamu'alaikum ^^

A H L A N__W A__S A H L A N :)

Rabu, 11 September 2019

Jika Nanti Aku Mendahuluimu

Mungkin ini adalah satu harapanku
Aku tak suka ditinggalkan
Aku benci melepas sesuatu yg sdh ada di sisiku
Tapi aku tahu itu tak kekal

Jika nanti aku mendahuluimu
Aku harap hanya kenangan manis kita yang kau kenang
Aku harap ada kau di sisiku
Menggenggam tanganku dan membimbingku mengucap kalimat syahadat saat menghadapi sakitnya sakaratul maut

Jika nanti aku mendahuluimu
Aku harap kau menjaga anak kita kelak dengan baik
Ceritakan yang baik-baik saja tentang aku
Tentang aku yang begitu mencintaimu dan mereka

Jika nanti aku mendahuluimu
Aku harap kau menyampaikan maaf terbesarku untuk orang-orang yg ku kenal
Jangan menangis, aku sudah cukup bahagia menjadi istri untukmu

Jika nanti aku mendahuluimu
Cintailah aku seperti alm. Bpk Habibie yg mencintai alm. Ibu Ainun
Meskipun aku tak sehebat alm. Ibu Ainun hehe

Jika nanti aku mendahuluimu
Aku selalu bangun ditengah malam beberapa kali hanya untuk melihat wajahmu saat tertidur
Mencium pipimu seberapa banyak yg ku bisa
Kau tau, kadang pelukan mu sepanjang malam menyesakkan ku, tapi tak kulepas hingga aku tertidur
Karena setiap malam denganmu, begitu berharga untukku :)

Jika nanti aku mendahuluimu
Tetap peluk aku dengan doa-doa disepanjang malammu
Aku pasti akan sangat bahagia saat itu

Jika nanti aku mendahuluimu
Sampaikan pada keluarga besarku, aku berterimakasih sdh diberikan restu untuk menjalani hidup dengan kekasih sepertimu

Jika kau membaca ini saat aku sudah mendahuluimu
Aku ucapkan banyak terimakasih sudah menjadi suami yang terbaik untukku

Oiya, malam ini aku rindu..
Cepatlah pulang, waktu kita berbatas usia

Selasa, 06 Agustus 2019

Sosok Baru yang Bergelar Suami

Sudah Satu Bulan Setengah dia yang bergelar suami dihudupku mendampingiku dan mengisi hari-hariku

Namanya Lukman Ariyanto, sosok lembut dan sabar yang hanya memperjuangkanku sejak 6 tahun silam
Dia, entah mengapa selalu ada saat aku membutuhkan seseorang, hal ini terus berulang sejak 6 tahun silam

Kami tidak punya tanggal jadian, kami cuma punya tanggal nikah hehe dia tidak pernah mengutarakan isi hatinya selama 6 tahun, namun dari sikapnya aku tau dia sedang berusaha menunjukkan bahwa dia berbeda dengan teman yang lainnya, dan aku akui dia memang begitu gigih

Jika kalian membaca beberapa postingan beberapa tahun silam, beberapa tentang dia
(skip aku lagi nangis guys, terharu sama suami sendiri)

Setiap bangun dan melihatnya disampingku, aku jatuh cinta, jatuh cinta berkali-kali dengan orang yang sama

Dia bukan sosok yang romantis, tapi dia sosok yang peka
Dia tahu kapan dia tanpa sengaja membuat aku sedih dan memperbaiki keadaan secepatnya
Aku kembali jatuh cinta

Ketika dia ada disampingku aku merasa tenang, sepertinya aku bisa menantang dunia dengannya disisiku (alay)
Seburuk apapun keadaan, seberapa banyak tuntutan pekerjaan tapi hanya dengan pelukannya aku merasa semuanya akan baik-baik saja

Terimakasih suamiku, suami hebatku!!





Hari Pernikahan

Minggu, 23 Juni 2019

Akhirnya hari itu tiba, hari dimana dia yang sdh lama aku doakan mengikatku dalam sebuah tali pernikahan

hari itu dia Lukman Ariyanto, si mata elang yang tak ku kenal namanya saat kami bersama2 dalam tim yg berbeda mengikuti ajang nasional di Lombok 2013 silam, dia yang membuatku jengkel saat aku susah payah menawar gantungan kunci untuk buah tangan tapi dia yg mendapatkan bonus pembelian haha

Jodoh kadang memang ditemukan saat tak terduga

Aku mempunyai bayangan pernikahan yang indah, dan orang tuaku serta dia mengabulkannya
terimakasih :')

Dia yang tak pernah meminta, yang selalu membuatku merasa nyaman saat bersamanya, yang tak pernah mengeluh, hari ini memintaku di depan penghulu dan kedua orangtuaku serta seluruh keluarga besarku untuk menemani sisa hidupnya

Terimakasih sudah memilih aku

 papa, mama, kami, ibu mertua, bapak mertua

 Seserahan Favorit hihi


 yeay udah punya cincin nikah

 suami lagi gugup nunggu proses akad

 Proses akad :')

 Mahar nikah 

 Kue pengantin

 Percayalah ini canggung wkwk


ratu sehari!! mau lagiiiii wkwkwk

Aku merasa banyak sekali kekurangan dalam acara ini
Tapi kata mama sama papa, setiap acara pernikahan gk ada yg sempurna
Berjalan dengan baik seperti ini saja kami sangat bersyukur
Alhamdulillah sudah jadi istri..
Gelar baru yang akan disandang insyaAllah hingga maut memisahkan
aamiin..
Terimakasih untuk para vendor, tamu yang hadir dan yang telah membantu dari awal hingga akhir
aku bersyukur memiliki org2 baik disekitarku..
Terimakasih banyak!!

Rabu, 31 Desember 2014

Ini Tentang Aku

Kadang kamu harus melihat lagi ke masa lalu
Sudah sejauh apa kamu berkembang dari masa itu

Kadang kamu harus melihat lagi ke masa lalu
Sudah berapa banyak kenangan yang telah kamu lalui bersama orang-orang yang luar biasa

Kadang kamu harus melihat lagi ke masa lalu
Bagaimana seorang shinta kecil menghadapi masalah dengan berderai air mata dan rengekan kecil tentang itu semua

Semua berlalu begitu cepat..
Tentang studi.. ini adalah awal studi yang sebenarnya.. sebentar lagi raga dan jiwa ini akan memasuki hutan rimba yang sebenarnya..
Tentang pemikiran.. pemikiranku tidak banyak berkembang.. masih seperti shinta kecil yang berpikiran pendek..
Tentang skripsi.. ah.. no comment.. kalian harus merasakan sensasinya sendiri.. klo kata org alay itu rasanya greget bingit!! Wkwkwk
Tentang cinta.. hmm.. akhir-akhir ini aku mulai memahami tentang hal itu..

Mungkin benar kata Radityadika cinta itu seperti rumah..
Ketika kita pindah rumah.. mungkin ada beberapa hal yang tidak ingin ditinggalkan..
Dan setelah menempati rumah baru.. mungkin ada beberapa hal yang membuat kita kesal "kenapa ini tak sebaik rumah yang dulu"
Tapi setelah melalui beberapa proses.. aku akhirnya mengerti..
Bahwa masing-masing rumah memiliki keunikannya masing-masing
Dan butuh proses untuk menemukan keunikan yang akan membuat kita tertarik..

Tentang rumah masa lalu..
Mungkin sesekali aku rindu
Bagaimanapun, kamu pernah menjadi tempat aku bertumbuh dan berkembang..
Hingga aku menjadi seperti sekarang..
Aku bukannya lupa.. hanya saja aku harus menerima kenyataan bahwa hati hanya bisa menerima satu rumah..



Senin, 03 Maret 2014

Menyenangkan Rasanya

Menyenangkan rasanya membiarkan ingatan tentang tingkah konyolnya menari-nari dipikiranku.
Menyenangkan rasanya diam-diam menyelipkan namanya dalam setiap doaku.
Menyenangkan rasanya melakukan hal seperti ini tanpa seorangpun yang tahu

Jika mereka berkata ini tentang egoisme..
Iya, mungkin memang begitu..
Ah.. jika saja mereka mengerti tentang hakikat mencintai diam-diam mereka mungkin akan berhenti berkata bahwa ini tentang egoisme.










Rabu, 05 Februari 2014

Alhamdulillah.. :3

Hari ini diawali dengan tutorial ke 2 skenario pertama blok keluhan reproduksi
Tutorial berjalan seperti biasa.. Diskusi, debat pendapat, persamaan presepsi, selesai.
Jam masih menunjukkan 09.30 WITA.
Aku masih sangat mengantuk, jika saja aku bisa melanjutkan tidur pagiku. Ah, tapi aku masih punya tanggung jawab untuk mengasdos siang ini. Dan aku masih punya janji belajar bersama 2 orang asdos lainnya di perpustakaan kampus setelah selesai tutorial.
Lupakan saja tentang melanjutkan tidur pagi -_-
Aku menuju perpustakaan dengan langkah pasti. hap hap

Well done!! Di perpustakaan aku hanya menemui koordinator asdos. Kemana 2 kawanku?
Yasudahlah, paling tidak ada yang bisa diajak bertukar ilmu sekarang.
Kami mulai asik memperbincangkan tentang bahan praktikum yang harus dijelaskan hari ini.
2 orang kawanku yang lain akhirnya datang dan juga ikut asik membahas bahan praktikum kali ini. Menyenangkan belajar bersama mereka :)

Singkat cerita kami sudah menghabiskan cukup banyak waktu untuk membahas bahan praktikum. Aku dan Dian memisahkan diri untuk mencari makan. Dian memesan makanan dan aku hanya memesan satu gelas teh hangat. Kami berbincang seru. Memperbincangkan masalah yang 180 derajat berbeda dengan apa yang kami bahas di perpustakaan tadi. Dian banyak bercerita hari ini, dan aku lebih menjadi pendengar yang baik hari ini. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12.00 WITA. 1 jam lagi praktikum dimulai. Aku lihat dian sudah mulai bosan berceloteh. Aku mengajaknya ke mushalla untuk bersiap-siap shalat dzuhur.

Setelah sampai di mushalla, aku melupakan sesuatu. Ada sesuatu yang mengharuskan dan memaksaku ku untuk pulang kerumah.
"yan, aku boleh pulang nggak ya?" tanyaku ragu pada Dian
"Jangan deh, kalo kamu pulang nanti kelompok 11 siapa yang megang? kasian adek2nya.." Jawab dian sambil melepas jam tangannya
"Tapi aku harus pulang" paksaku
"Itu tanggung jawabmu loh, kalo kamu pulang kamu bakal ngerepotin temen-temen asdos yang lain" Dian mulai mengeluarkan kata-kata bijaknya.
"Iya, nanti aku balik lagi.. 1 jam cukup buat bolak balik kan" rayuku
"yasudah terserah" sahut Dian pasrah

Setelah pamit dan meninggalkan dian diruang wudhu, aku langsung mengambil tasku dan menuju parkiran. Mendung menyapaku.
Ayolaaaaah... sepeda motorku baru aku cuci kemaren sore. masa kotor lagi? Jangan hujan please~ *mohonku dalam hati*
Aku menarik gasku ala-ala pembalap F1. Sukses! 30 menit aku sudah sampai didepan pintu pagar rumahku. Ku selesaikan urusanku dan cepat-cepat aku kembali ke kampus.
Ngeeeeeeng~ belum sampai di depan gardu komplek, gerimis gerimis kecil menyambutku riang.
"Ah, cuma gerimis" Ucapku santai. Aku meneruskan perjalananku.
Tidak lama kemudian, gerimis gerimis kecil itu berubah menjadi titik-titik hujan sebesar bola pimpong dan turun semakin banyak. Okey, permohonanku tadi ternyata belum didengar oleh-Nya. Aku memutuskan untuk menerjang hujan dan berharap langit akan segera menghentikan pasukan-pasukan airnya yang berguguran ke muka bumi sebelum ia menembus jaket tebalku. Tapi harapanku lagi-lagi hanya harapan kosong. Langit sedang tak bersahabat denganku hari ini. Ku putuskan untuk berteduh sebentar.
Tapi kurasa semua sudah sia-sia. Sekarang aku terlihat seperti anak kecil yang sedang bermain hujan dan berteduh disalah satu rumah tetangganya karena takut dimarahi oleh sang ibu jika pulang kerumah dengan keadaan basah kuyup. Ya! Aku basah kuyup saat itu.

Aku mulai menghitung jari "pulang, nggak, pulang, nggak...." ucapku sampai hitungan jari kesepuluh, "yeay!! pulang!!" ucapku girang.
Aku sudah bersiap-siap memutar arah untuk kembali pulang. tapi tiba-tiba kata-kata bijak Dian menahanku untuk tetap meneruskan perjalanan ke kampus.
"Itu tanggung jawabmu loh, kalo kamu pulang kamu bakal ngerepotin temen-temen asdos yang lain"
Suara Dian terus menggaung di telingaku. Terus dan terus menggaung. Memaksaku untuk tetap melanjutkan perjalanan untuk memenuhi tanggung jawab itu.
Sesampainya di lobby kampus, aku lihat tatapan tatapan orang-orang itu, entah itu tatapan takjub, tatapan aneh dan entahlah apa itu. Tapi aku merasa menjadi seorang yang 'mustahil ada disana jika aku seorang manusia dengan baju basah kuyub seperti itu dan dengan tatapan-tatapan aneh seperti itu'. Tapi sialnya aku manusia dan aku ada disana dengan tatapan-tatapan aneh itu.
Aku mengabaikan tatapan-tatapan itu dan berusaha menguatkan hati dengan air yang terus menetes dari rok panjangku. Dan sialnya lagi, aku melihat adek-adek tingkat yang berjejer rapi di depan ruang praktikum. Sekarang, aku merasa menjadi seorang singa yang kehilangan tatapan tajamnya. Nyaliku ciut seketika. Bayangkan saja aku harus berjalan di suatu koridor dengan adik tingkat dengan mata yang mengarah tepat kearahmu dengan baju basah kuyup seperti itu. aaaaaaarrrgh!!!
Ku kuatkan hatiku. Berusaha tabah. Dan berusaha tetap mengatur langkah agar tak terlihat aneh.
Yup!! Berhasil!! Aku memasuki ruangan asdos dengan senyum sumringah yang tetap ku pertahankan dengan besar hati. fiuh~
Dan masih ada masalah lain. Air hujan itu masih terus bercucuran dari rok panjangku. Aku membuat ruangan asdos banjir hari ini. Dian meminjamkan jaket Angga agar aku tak kedinginan. Dian menjulurkan jaket Angga sambil menatapku heran.
"apa liat2? ini gara2 kata-katamu tadi tentang tanggung jawab" ucapku ringan sambil meraih jaket Angga
"salah ku??" tanya Dian aneh
"bukan, ini salahku. tapi kamu juga ikut berkontribusi dengan kata-kata sok bijak itu" sahutku sambil tersenyum jahil. Dian meninju lenganku. Kami tertawa bersama.
Kadang aku merasa sangat beruntung memiliki sahabat sepertinya :)

Tiba giliranku untuk menunaikan tanggung jawab. Menjelaskan materi praktikum kedokteran ala ala guru TK yang sedang mengajari muridnya untuk menyenangi apa yang mereka kerjakan. Aku tak pernah ingin membuat kelompok yang ku bimbing tertekan dengan sesuatu yang tak seharusnya membuat mereka tertekan. Sejak awal aku niatku untuk menjadi asdos hanya untuk belajar bagaimana berbagi ilmu dengan cara yang menyenangkan, bukan untuk minta dihormati. Aku ingin menyampaikan sesuatu secara menyenangkan. Aku tahu mereka jenuh, aku pun juga. Jadi aku menjadikan ajang ini untuk menghilangkan kejenuhan itu.

Setelah kewajibanku selesai, aku kembali menuju ruang asdos yang telah ku buat banjir tadi. Aku mulai merasa kedinginan. Tapi ternyata aku belum boleh pulang. Ada rapat interna asdos untuk membahas acara bulan depan. Aku menunggu.
Setelah rapat selesai, aku cepat-cepat pulang. Sedikit repot dengan membawa 2 jaket yang sama-sama basah. Tapi bagaimana lagi, aku tak mungkin mengembalikan jaket Angga dengan keadaan basah seperti itu.

Sekarang aku berada di sustu tempat yang mewakili surga dunia. Rumahku. Hangat sekali.

Hari ini, hari yang menyenangkan. Walaupun permohonanku dan harapanku hari ini tidak terkabulkan dan bahkan aku harus mencuci sepeda motorku lagi, aku tetap merasa senang. Allah telah menggantikannya permohonan dan harapan konyolku dengan yang lebih baik. Aku merasa sangat beruntung Allah telah mengizinkanku untuk tetap mejalani hari ini. Alhamdulillah :D

Sabtu, 11 Januari 2014

Cinta Dengan Tanda Titik

ketika memutuskan untuk membuka hati
aku pun harus siap kehilangan lagi
apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka?

kalau begitu, bagaimana jika kita bicarakan satu hal saja
cinta. (re: cinta dengan tanda titik)
tanpa ada yang lain setelahnya.

kita lihat kemana arahnya akan bermuara :)


Rabu, 25 Desember 2013

Ya! Harus!

“Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Ya Tuhan, berat sekali melakukannya…. Sungguh berat, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik.” — Tere liye

Aku Tak Punya Alasan..

kadang aku berpikir aku harus benar-benar menghilang dari hidup seseorang
bukan karena aku tak ingin lagi melihatnya ataupun mengenalnya
tapi karena aku tahu bahwa ada orang lain yang memperjuangkannya segigih itu
mungkin dia tak tahu, tapi aku tahu..
aku perempuan, sama seperti seseorang yang sedang memperjuangkannya saat ini

ada yang sakit disini saat melihatnya diperjuangkan segigih itu
entah kenapa..
mungkin karena aku tahu aku tak memperjuangkannya segigih itu
bukan karena aku tak bisa, tapi karena aku tak punya alasan untuk itu..




Sabtu, 23 November 2013

Boleh Kita Bertukar Peran?

aku tak tahu rasanya bagaimana menjadi seseorang yang memperjuangkan sesuatu segigih itu
aku rasa aku tak pantas untuk diperjuangkan seperti itu
tapi kau membuat segalanya menjadi pantas

kau berkata kau sanggup memperjuangkanku
berkali-kali aku menjatuhkanmu
namun kau tetap bangkit dan bangkit lagi

aku mulai terbiasa melihatmu hadir dihidupku
aku seakan melihat seorang penonton setia
dia yang riuh ketika melihatku berhasil memainkan peran dan tetap bersorak semangat ketika aku gagal
kau, selalu ada
terkadang aku risih melihat tingkah konyolmu yang sering kau sebut sebagai "perjuangan"
tapi akhirnya aku mulai terbiasa

kau tetap ditempatmu, tak berani maju bahkan hanya untuk sejengkal
kau menepati janjimu
kau tetap berada ditempatmu dengan tingkah konyolmu

tapi seketika, aku tak menemukan sosok konyol itu di kursi penonton
ku tanya penjaga karcis, dia bilang kau meninggalkan kursi sambil berderai air mata

aku tak tahu apa yang terjadi
setiap hari ku tanya penjaga karcis, dia bilang kau tak lagi menunjukkan karcismu padanya, kau hanya datang, kemudian pergi.
ada apa??
kemana sosok yang selalu berteriak keras tentang perjuangan itu??

aku tak tahu bagaimana rasanya duduk di kursi itu dengan semangat berkobar-kobar mendukung seseorang yang berada ditengah sana tanpa mendapatkan apapun.
Aku tak tahu.. dan aku tak pernah bertanya padamu bagaimana rasanya.

kau hanya pernah berkata itu sulit untuk kau jalani, tapi kau tetap melakukannya
dan aku bahkan lupa untuk menanyakan sesulit apa hal itu.

sosok konyol itu sekarang tak lagi ada
aku tak tahu karena apa
tapi apapun alasannya, ku harap kau sedang baik-baik saja

sekarang aku tak bisa lagi bertanya bagaimana rasanya duduk di kursi itu
hari ini, hanya untuk hari ini
boleh kita bertukar peran?
aku yang duduk dikursi itu dan kau yang bermain di tengah sana
aku yang memperjuangkanmu dan kau menjadi sosok yang ku perjuangkan
hari ini, hanya untuk hari ini..
aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya :)


Minggu, 06 Oktober 2013

Cara Terbaik

aku percaya bahwa akan ada waktunya keinginanku akan terwujud
walaupun tak terwujud, Dia -Dzat Yang Maha Agung- akan menunjukkanku cara yang lain untuk mewujudkan sesuatu yang lebih indah.

aku masih ingat, dulu aku meminta agar aku bisa melupakan sesuatu
tapi seiring itu, aku juga sadar bahwa aku juga harus melupakan seseorang jika aku ingin melupakan sesuatu itu
aku mencoba menjauh sebisaku, entah untuk apa, tapi aku merasa aku harus melakukannya
aku menghapus segala sesuatunya
dan aku berhasil. aku bahkan sudah lupa nama panjangnya.

orang-orang bilang, waktu adalah roda, dia menganut asas perputaran yang pada saat tertentu akan menemui titik awal yang sama
banyak hal yang terjadi, aku bertemu bermacam-macam spesies manusia.
dan benar saja, aku menemukan seseorang yang hampir mirip denganmu
aku tak tahu, mungkin kalian benar-benar mirip
tapi ku pastikan, kali ini hatiku benar-benar tertutup untuk siapapun

pembawaan yang tenang, penuh semangat, dan sedikit idealis
aku banyak belajar dari kalian
dulu, aku pikir, hidup ini hanya tentang bagaimana membuat orang-orang disekitarku bahagia
sekarang aku tw pemikiran itu salah, hidup ini bukan hanya tentang bagaimana membuat orang-orang disekitarku bahagia
tapi, hidup ini tentang bagaimana membuat orang disekitarku dan juga aku bahagia.

walaupun sekarang mereka -dua orang yang nyaris mirip- itu benar-benar tak ada dihidupku. aku masih merasa mereka ada disekitarku, menyatu dengan semangat yang dulu pernah mereka tularkan padaku :)

okey, kembali pada topik awal
inginku aku melupakanmu seutuhnya
Tapi sepertinya, Dia -Dzat Yang Maha Mengetahui- menunjukkan cara yang lain dengan mempertemukanku dengan seseorang yang hampir mirip denganmu
jika saja, aku melupakanmu seutuhnya, mungkin aku juga akan lupa tentang bagaimana kau mengajariku menjalani hari dengan penuh semangat seperti saat ini.


Senin, 08 Juli 2013

Namanya Aisyah #Bangsal 18

Hari ini aku dan temanku berinisial D #sebutsajadiadian, kami konsul Kartu Rencana Studi dengan dosen PA kami tercinta.
Biasanya kami tak menunggu selama ini, biasanya beliau menyambut kami dengan senyum ala pangeran kerajaan, ramah sekali. Tapi hari ini kami hampir menunggu selama 4 jam di rumah sakit. Tapi tak apa, kami cukup maklum, memang aku lihat pasien-pasien di poliklinik penyakit dalam sedang banyak-banyaknya.
kami menunggu~~

Ada seseorang selain kami yang ikut menunggu, namanya Hasan. Dia teman dekat dian, aku tak begitu mengenalnya. Tapi setelah beberapa menit bersama aku mulai terbiasa dengannya, dengan lelucon-lelucon jayusnya.
jam 10.00 WITA kami sudah sampai di rumah sakit. Kami menelepon dosen PA tepat di depan ruangan beliau.
kata beliau, jam 12 beliau baru bisa menemui kami. karena hanya menunggu selama 2 jam, kami berpikir untuk menunggunya saja sambil berkeliling RSUD Kal-Sel ini.
1 Jam kami habiskan untuk berkeliling. lama-lama capek juga ternyata muter2 gak jelas gini, dan akhirnya kami memutuskan untuk membeli sesuatu yang bisa kami makan.
1 Jam lagi kami habiskan untuk mengobrol, bercanda dan memainkan beberapa permainan (tebak kata, tebak film, tebak lagu dsb)
Tak terasa waktu sudah begitu cepat berlalu, tapi dosen PA kami tercinta belum juga datang.
kami kembali menelpon dosen PA. Beliau meminta kami untuk menunggu diruang sekretariat penyakit dalam.
Kami menunggu 5 menit, 10 menit, 15 menit, 30 menit. Beliau belum juga datang. Mungkin beliau benar-benar sibuk hari ini.

Aku mulai bosan, aku mulai berpikir tentang ide-ide iseng berkeliling bangsal
dan~ ide iseng itu pun aku realisasikan :D

Aku mencoba melihat pemandangan disekitarku
Aku melihat wajah-wajah murung, mereka yang ku lihat seperti sedang membawa beban yang berat.
Tapi kemudian mataku menangkap suatu aura yang berbeda, aku melihat seorang anak kecil.
Anak kecil itu sedang serius menyapu teras salah satu bangsal
Aku mengamati anak itu dengan seksama.
Aku membiarkannya tetap dengan aktivitasnya. Aku pikir aku terlalu lama menatap anak kecil itu. Aku berpaling, memutuskan untuk kembali ke ruang sekretariat.
"kakak!!" tiba-tiba seperti ada suara yang memanggilku. 
Aku berbalik, aku lihat anak itu sedang mengarah padaku, matanya berbinar seakan menyalurkan energi positif padaku.
Aku mendekatinya, memulai perbincangan basa-basi polos ala anak TK.

Aku berbincang banyak dengan anak kecil itu, dia disini sedang menjaga neneknya yang terbaring sakit.
Waktu aku tanya neneknya sakit apa, dia jawab "nggak tau sakit apa kak, tapi kata dokter, nenek aisyah harus tambah darah"

Hmm. . .mungkin perdarahan pikirku 
Aku iseng melihat kedalam bangsal nenek gadis kecil itu
Tak ada siapa-siapa disana, hanya seorang nenek yg sedang tertidur pulas.
Setelah kutanya, ternyata dia memang sendirian. mamanya sedang membeli makan siang katanya.
Aku tanya, "kenapa aisyah nggak ikut mama beli makan, aisyah nggak takut sendirian??"
dan ini jawabannya. . .
"kalo aisyah ikut mama beli makan, ntar nggak ada yg jaga nenek kak. nanti kalo nggak ada aisyah, nenek susah kalo mau ke kamar mandi, kan nanti nggak ada yang megangin infusnya. . . aisyah nggak takut sendirian, aisyah lebih takut kalo nenek jatuh di kamar mandi kalo aisyah nggak jagain"


Namanya Aisyah Nabilla, umurnya 8 tahun
anaknya cantik. . .
cantik perangainya~
cantik tutur bahasanya~
cantik hatinya~


(∩_∩) 


#bangsal 18



Selasa, 30 April 2013

Ini Caraku~ :D


Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan kan??
lalu?? Apa yg membuat seseorang tak bisa memaafkan kesalahan saudaranya sendiri?? :D
kau bukan manusia suci~
begitu pula aku~
Bahkan Allah yang mempunyai kuasa atas apa yang ada di langit dan di bumi ini pun merupakan dzat Yang Maha Pemaaf. . .
Apakah kita merasa lebih berkuasa dari-Nya sehingga kita tak mau memaafkan saudara kita sendiri??

Aku juga pernah kesal kok. . .manusiawi~~
tapi aku juga punya banyak cara untuk memaafkan
Salah satunya dengan cara melupakan. . . :D 
Hmm. . . kau ingin tahu bagaimana caraku melupakan sesuatu??
oke aku punya tipsnya *baca baik-baik dan kemudian coba praktikkan sob!!* :D
1. Ambil selembar kenangan buruk 
    *ambil kertas, tulis apa kenangan buruk itu dengan HURUF BESAR dan beri efek bold*
2. Melipatnya menjadi sebuah perahu kertas
3. Dan kemudian menghanyutkannya
    *cari sungai yg lumayan gede yaa. . .jgn dihanyutin di selokan depan rumah, ntar kebaca tetangga :p* 
4. Langkah terakhir?? LUPAKAN~~ LUPAKAN~~ LUPAKAN~~

Sedikit kekanak-kanakan memang. .
Tapi kau tahu?? Aku suka melakukannya :D
Hal itu bahkan lebih menyenangkan daripada aku harus memikirkan kenangan-kenangan buruk yg mungkin hanya akan memenuhi dek-dek di memoriku.



Senin, 15 April 2013

Maaf mama~~ :'

Setelah memasuki jenjang perkuliahan aku memang jarang sekali ada dirumah. Sebelumnya pada tahun-tahun pertama ku kira karena memang jarak rumah dan kampusku sangat jauh aku lebih sering menghabiskan waktuku dikampus. Tapi. . .untuk tahun kedua rasanya tetap sama, walaupun sekarang kampusku sudah berada satu kota dengan rumahku, aku tetap saja jarang berada dirumah.
Memang ku akui, organisasi-organisasi yang aku ikuti cukup menyita waktu-waktu luangku.
Lelah?? PASTI !!
“tapi ndak papa. . . lelah ini lebih baik bagiku daripada aku harus memikirkan hal-hal yang tak berguna itu”, gumamku saat aku kelelahan dengan semua itu.

Aku terus berkutat dengan organisasi-organisasi itu
mengharuskanku bertemu dengan banyak orang yang tentunya dengan kepribadian yang berbeda-beda
ada yang baik
ada yang sopan
ada yang sabar
tapi nggak sedikit juga yang 180 derajat berbeda dari itu semua.

Yaa~~ aku belajar banyak dari itu semua
bagaimana cara menyikapi karakter orang yang berbeda-beda seperti itu, aku yakin itu akan berguna kedepannya .
apalagi untuk profesi yang ku cita-citakan itu, aku yakin itu akan sangat berguna. :)
Bertemu dengan orang-orang baru
Bertemu dengan teman-teman baru
Berkenalan dengan apa yang namanya itu KURA-KURA (KUliahRApat-KUliahRApat)
Berjibaku dengan apa yang namanya proker-proker, kepanitiaan acara, proposal, LPJ, rincian dana, nota-nota warna-warni yang dikumpulkan dari seluruh pelosok toko yang ada di Banjarmasin dan masih banyak lagi.

Aku tenggelam dengan itu semua.
Semua itu mengharuskan ku fokus fokus dan fokus

Rumah??
Mungkin jika seseorang menanyakan dimana rumahku saat pikiranku sedang tenggelam seperti itu atau jika saja ada salah satu dari papa dan mama yang menelponku untuk mengingatkanku agar melihat jam
mugkin saat itu aku baru sadar bahwa aku masih punya rumah~
Mama dan papa sering menegurku untuk tak terlalu aktif berorganisasi
tapi aku tetap saja pada itu semua, aku berpikiran bahwa hanya organisasi-organisasi itu yang dapat mengalihkan pemikiranku.

Aku semakin tenggelam dengan itu semua. . .
Apalagi sejak terbentuknya kepengurusan baru untuk periode kali ini
Semakin banyak amanah yang harus aku jalankan
Hari Minggu??
Apa itu hari Minggu??
Aku seperti tak mengenal hari itu lagi
Hari yang dinamakan teman-teman SMA ku dulu sebagai hari libur internasional
Hari yang dinamakan keluargaku sebagai hari keluarga
Aku tak mengenal hari itu lagi
Aku mengenalnya sebagai hari pembuktian komitmen terhadap suatu acara
Aku tahu itu melelahkan. . .
Apalagi ketika aku diharuskan memilih satu acara diantara dua acara dari dua organisasi yang berbeda
Itu melelahkan!!
Tapi aku tetap saja harus memilih. . .

Aku terus tenggelam dengan apa yang aku namakan dulu sebagai komitmen
membagi waktu untuk kuliah, organisasi dan istirahat

Sampai pada akhirnya tubuhku sepertinya tak mampu lagi untuk mengkompensasi ego-ku
Aku drop, aku bahkan tak bisa membedakan waktu, siang berasa malam, malam berasa siang
semua sama, aku masih berada ditempat tidur bersama beberapa lapis selimut yang menyelimuti tubuhku.

Aku tak tahu berapa derajat kesadaranku saat itu
aku masih bisa mendengar papa mengoceh bahwa aku harus mengurangi aktivitasku berorganisasi, seperti saat awal-awal dulu papa menentangku untuk mengikuti berbagai organisasi intrakampus
aku masih bisa merasakan tangan lembut mama di dahiku
aku masih bisa mencium aroma minyak kayu putih disekitarku
tapi aku tak bisa membuka mataku
seperti ada sesuatu yg membuat kelopak mataku melekat kuat saat itu (sedikit lebay, tapi memang seperti itu yg ku rasa)

entah apa yang sedang ku mimpikan saat itu, tapi mimpi itu membuatku pusing
aku seperti menghitung suatu deret angka, entah apa itu
tiba-tiba aku mendengar mama memanggilku, aku ingin menjawab
tapi yang bukan jawaban yang ku keluarkan, malah suara-suara yang entah apa itu
mama menyuruhku minum obat
aku tak begitu suka rasa obat, tapi apa boleh buat, kali itu aku tak bisa menolaknya.

Setelah itu aku tak mengingat apa-apa lagi

Aku terbangun ketika aku sayup-sayup mendengar suara orang menangis
Aku kumpulkan rangsangan suara itu, dan aku yakin itu memang suara orang menangis. Suara itu familiar bagiku, aku pernah mendengar suara ini.
Aku memaksakan diri untuk bangun, aku mencari-cari asal suara itu, dan dengan mudah aku mendapatkan asal suara itu, suara itu milik mama.

Dengan setengah nyawa yang masih belum terkumpul
Aku lihat mama, masih dengan posisi duduk dan dengan sajadah yang masih terhampar.
Aku mendengar mama berdoa untukku.
Untuk mengembalikanku seperti dulu.
Mengembalikan hari-hariku seperti dulu.

Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan
Aku seperti tak mengenal diriku sendiri saat itu
Siapa aku??
Aku yang membuat seorang ibu yang baik hati seperti mamaku kehilangan sosok anaknya yang dulu sering berceloteh riang saat menemaninya memasak di dapur.
Sosok anak itu aku, dan aku sendiri yang telah menghilangkan sosok itu
ironis sekali !!

Aku sosok anak manja itu
yang waktu kecil dulu sering menghapus tangis mama saat mengiris bawang merah di dapur.
tapi sekarang. . .aku sendiri yang membuat tangis itu hadir
maafkan aku mama
maafkan ego anakmu yang manja ini
aku akan mengembalikan sosok anakmu itu mama
sosok yang selalu berceloteh riang tentang hari-harinya disekolah seperti dulu
bukan sosok yang penuh ego yang selalu pulang membawa kumpulan proposal yang masih perlu direvisi dan menunjukkan muka letih seperti saat ini.
Aku takkan membuatmu cemas seperti ini lagi mama. . .
Sebisa mungkin akan ku kembalikan lagi apa itu yang disebut sebagai hari keluarga
Kita bisa belanja kepasar sama-sama lagi
Kita bisa masak besar sama-sama lagi
Kita bisa praktek resep kue sama-sama lagi
Kita ma. . . bukan cuma mama
“KITA” :)


Kamis, 31 Januari 2013

Cinta Dalam Diam


-repost-
resensi

"cinta dalam diam"

ini kisah seorang lelaki, yang suka nulis diary mungkin. dan kalo gue tangkep nih ya dia suka sama seorang gadis muslimah gitu dan ga sengaja ketemu di teras masjid. tapi nih lelaki ga pernah nyatain cintanya. secara ga boleh boy pacaran hehe. tapi entahlah nih lelaki tetap ga bosen menanti, soalnya tuh akhwat inspirasi dia buat nerbitin berbagai novel dan berubah ke arah yang lebih baik. lelaki itu memanggilnya dengan sebutan ‘perempuan’ (dalam diary atau suratnya)

tahun demi tahun di pendem eh ternyata itu akhwat udah dilamar ikhwan lain dan menikah. aduh kalo gue sih miris ya jadi si lelaki penulis diary itu. dan tahun demi tahun si lelaki penulis diary tetep menjaga cinta sucinya, dia yakin kalau tuh akhwat jodoh dia. Walau sekarang itu si ‘perempuan’nya udah milik orang lain dan punya anak, si lelaki penulis diary percaya jagoan kecil itu (anak si perempuan) bakal ngejagain ‘perempuannya’. tapi sayang dengan seiring berjalannya waktu penyakit si lelaki penulis diary tambah parah. dan akhirnya si lelaki peulis diary meninggal dunia.

ternyata sebelum hari meninggalnya si lelaki penulis diary mengumpulkan kumpulan diary atau surat yang ingin diberikan ke ‘perempuan’ tersebut, disertai dengan mukena, sarung, Al-Qur’an, sejumlah uang, dan cincin bermata satu lalu dibungkus menjadi satu dengan niat isi tersebut sampai kepada si ‘perempuan’. dan ini adalah surat terakhirnya :’)